Bapak Jonathan yang saya hormati
Saya mohon bantuannya, kali ini berkaitan dengan
analisis jalur.
Sekedar informasi awal, penelitian saya berkaitan dengan produksi gondorukem dengan variabel bebas yang mempengaruhi yaitu getah pinus, asam oksalat dan BBM. Data yang saya gunakan adalah data time series, sebanyak 65 bulan. Saya ingin mengetahui bagaimana pengaruh langsung dan tak langsung variabel-variabel bebas tersebut terhadap produksi gondorukem.
Langkah-langkah yang saya lakukan (mengikuti langkah dalam buku Bapak):
1. Memasukkan data ke dalam SPSS untuk dianalisis
2. Klik Analyze – Regression – Linier - Pada kolom dependent masukkan variabel produksi - Pada kolom independent masukkan variabel getah pinus, asam oksalat dan BBM -Method Enter -Klik OK
3. Menghitung korelasi antar variabel independen : Analyze – Correlate – Bivariate – pada kolom variabel, masukkan getah pinus, asam oksalat dan BBM – OK
Output yang keluar :




Model fungsi produksi:
Y = 5959,459 +
0,707 X1 –
12,605 X2 – 0,148 X3
Setelah
diketahui model fungsi produksi maka dengan menggunakan analisis lintasan dapat
diketahui pengaruh langsung (direct effect) dari setiap variabel bebas
yang dibakukan (Zi) serta pengaruh tidak langsung (indirect effect) dari
variabel bebas baku (Zi), melalui variabel bebas baku Zj yang ditunjukkan pada
Tabel dan secara geometrik dibuat diagram lintasannya pada Gambar 1. Variabel
bebas tersebut merupakan faktor produksi gondorukem yaitu getah pinus (Z1),
asam oksalat (Z2) dan BBM (Z3).
Tabel 1.
|
Variabel bebas yang
dibakukan |
Pengaruh langsung |
Pengaruh tidak langsung
melalui variabel |
Pengaruh total |
||
|
Z1 |
Z2 |
Z3 |
|||
|
(Z1) |
1,031 |
- |
(-0,021696) |
(-0,009108) |
1,000196 |
|
(Z2) |
(-0,032) |
0,699018 |
- |
(-0,006897) |
0,660121 |
|
(Z3) |
(-0,011) |
0,853668 |
(-0,020064) |
- |
0,822604 |
Pengaruh tidak langsung:
Z1 terhadap produksi melalui Z2
= 0,678*(-0,032) = -0,021696
Z1 terhadap produksi melalui Z3
= 0,828*(-0,011) = -0,009108
Z2 terhadap produksi melalui Z1
= 0,678*(1,031) = 0,699018
Z2 terhadap produksi melalui Z3
= 0,627*(-0,011) = -0,006897
Z3 terhadap produksi melalui Z1
= 0,828*1,031 = 0.853668
Z3 terhadap produksi melalui Z2
= 0,627*(-0,032) = -0,020064
Pertanyaan 1:
Jika dibandingkan dengan Tabel 2
dibawah ini, manakah tabel hasil analisis lintasan yang paling benar?
Tabel 2.
|
Variabel bebas yang
dibakukan |
Pengaruh langsung |
Pengaruh tidak langsung
melalui variabel |
Pengaruh total |
||
|
Z1 |
Z2 |
Z3 |
|||
|
(Z1) |
1,031 |
- |
(-0,021696) |
(-0,009108) |
0,997046 |
|
(Z2) |
(-0,032) |
- |
- |
(-0,006897) |
(-0,025103) |
|
(Z3) |
(-0,011) |
- |
- |
- |
(-0,011) |
Tabel 1 sudah benar
Pertanyaan 2:
Saya agak kesulitan di dalam
menginterpretasikan hasil analisis tersebut. Berikut hasil interpretasi saya,
Mohon saran dan koreksinya atas hasil interpretasi saya:
Interpretasi ini didasarkan
atas Tabel 1 (jika Tabel 1 merupakan hasil analisis lintasan yang paling benar)
Berdasarkan
Tabel 1, terlihat bahwa getah pinus memiliki pengaruh langsung yang paling
besar terhadap produksi gondorukem daripada pengaruh langsung faktor produksi
lain, yaitu sebesar 1,031. Artinya setiap kenaikan 1 simpangan baku dalam
penggunaan getah pinus secara rata-rata akan meningkatkan jumlah produksi
sebesar 1,031 simpangan baku. Nilai t hitung sebesar 180,913, lebih besar dari
t tabel 1,99967 pada taraf kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa antara
getah pinus dengan produksi gondorukem pada PGT Garahan mempunyai pengaruh yang
nyata. Masing-masing faktor
produksi lain yaitu asam oksalat dan BBM memiliki pengaruh tidak langsung yang
besar dibandingkan dengan pengaruh langsungnya, jika melalui faktor produksi
getah pinus. Hal tersebut menunjukkan bahwa getah pinus adalah faktor produksi
yang sangat penting, karena getah pinus merupakan bahan baku utama di dalam
produksi gondorukem.
Pengaruh
asam oksalat terhadap produksi menjadi lebih besar jika melalui getah pinus, karena
asam oksalat merupakan bahan pembantu yang harus dicampurkan terlebih dahulu
untuk menghasilkan gondorukem. Hubungan korelasi diantara getah pinus dan asam
oksalat juga menunjukkan hubungan yang kuat dan searah, yaitu sebesar 0,678.
Searah dapat diartikan jika penggunaan getah pinus tinggi, maka asam oksalat
juga akan tinggi.
BBM
memiliki pengaruh langsung yang paling kecil dibandingkan dengan faktor
produksi lain yaitu sebesar –0,011, karena di dalam proses produksi gondorukem
tidak semua mesin produksi menggunakan BBM, namun ketersediaan BBM tetap
dibutuhkan karena akan berdampak terhadap kelancaran dari proses produksi.
Nilai t hitung sebesar 2,055, lebih besar dari t tabel 1,99967 pada taraf
kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa antara BBM dengan produksi
gondorukem pada PGT Garahan mempunyai pengaruh yang nyata.
BBM
memililiki pengaruh langsung yang paling kecil, namun menjadi besar pengaruhnya
jika melalui getah pinus, karena di dalam proses produksi gondorukem bahan
bakar dibutuhkan untuk proses pemasakan getah pinus melalui mesin produksi.
Hubungan korelasi diantara getah pinus dan BBM menunjukkan hubungan yang sangat
kuat dan searah, yaitu sebesar 0,828. Searah dapat diartikan jika penggunaan
getah pinus tinggi, maka penggunaan BBM juga akan tinggi.
Pengaruh
BBM terhadap produksi menjadi kecil jika melalui faktor produksi asam oksalat
karena kedua faktor ini hanya merupakan bahan pembantu di dalam proses
produksi. Faktor-faktor tersebut hanya berpengaruh maksimal terhadap produksi
jika getah pinus siap untuk digunakan dalam proses produksi. Hubungan korelasi
diantara asam oksalat dan BBM menunjukkan hubungan yang paling kecil diantara
korelasi antar variabel lainnya, yaitu sebesar 0,627. Nilai tersebut meskipun
paling kecil, tetapi dapat digolongkan memiliki hubungan yang kuat dan searah.
0.828 1.031


0.678
0.627 -0.032
-0.011
0.032
Gambar 1. Diagram Lintasan untuk Model Regresi Fungsi Produksi
Gondorukem DI PGT Garahan Jember
Pada Gambar 1 diketahui nilai g sebesar 0,032, artinya
model analisis lintasan tersebut tidak mampu menjelaskan pengaruh-pengaruh lain
di luar pengaruh variabel bebas yang dibakukan yaitu getah pinus (Z1),
asam oksalat (Z2) dan BBM (Z3) sebesar 3,2 persen. Hal
tersebut berarti model analisis lintasan mampu menjelaskan total keragaman
dalam Y sebesar 0,968 (1-0,032) atau 96,8 persen.
Informasi mengenai pengaruh langsung dan tidak langsung
faktor produksi terhadap hasil produksi dalam analisis lintasan dapat
memberikan pertimbangan bahwa jika perusahaan ingin merubah fungsi produksi
dengan cara mengurangi atau menambah salah satu variabel bebas yang digunakan
dalam model, maka sebaiknya perusahaan tidak menghilangakan variabel getah
pinus. Hal tersebut cukup beralasan karena getah pinus merupakan bahan baku
utama di dalam pembuatan gondorukem ini. Pada saat akan dilakukan penambahan
atau pengurangan salah satu faktor produksi maka perusahaan juga harus bersiap
untuk menambah atau mengurangi faktor produksi lain yang terdapat dalam model.
Sudah benar
Pertanyaan 3:
Bagaimana interpretasi yang
benar dari Pengaruh total (total effect)?
Pengaruh
total merupakan pengaruh dari variable X terhadap Y melalui variable perantara
(misal Z). Cara menghitungnya lihat di buku. Interpretasi :Misalnya pengaruh
variable promosi terhadap laba melalui penjualan adalah sebesar …… . Anda
jangan berpikir total artinya semua. TE disini artinya pengaruh dari variable
promosi ke penjualan kemudian ke laba.